Kamis, 12 Desember 2013

Didiet Anindita : Fotografi dan Berbagai Teknik di Dalamnya

Pada hari Senin, 9 Desember 2013, mata kuliah Kapita Selekta kelas E kedatangan dosen tamu bernama Didiet Anindita. Beliau menjelaskan beberapa teknik singkat tentang bagaimana cara melakukan kegiatan fotografi yang baik dan benar :

1. Fashion Photography

Dunia fashion tentunya menjadi dunia yang tekenal akan kemewahannya dan ke-eksklusifan-nya. Bukan hanya itu, fotografer pun harus memperhatikan detail pakaian dan akseseoris yang digunakan serta model yang sedang bergaya.

http://favim.com/image/804796/ - 12 Des 2013 - 11.25pm


Riset dan Perencanaan
Sebelum melakukan pemotretan, fotografer seharusnya melakukan sedikit penelitian seperti berbagai hasil fotografi fashion yang terkenal, agar fotografer dapat ide untuk mengambil angle yang tepat untuk foto. Setelah itu, fotografer harus membuat rencana seputar acara foto fashion tersebut. Tak lupa untuk memperhatikan konsep fotografi yang akan dilakukan. Jika persiapan dilakukan secara baik, maka fotografer akan dapat mengambil gambar dengan baik.
- Perhatikan Pencahayaan
Cahaya adalah nyawa dari kegiatan fotografi. Tanpa pencahayaan yang baik, fotografer tidak akan bisa mendapatkan hasil foto yang baik pula. Sehingga setiap kegiatan pemotretan dilakukan, fotografer harus memastikan bahwa ia bisa mendapatkan pencahayaan yang tepat.
Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan dalam pemotretan fashion di atas catwalk adalah masalah pengaturan white balance (WB) kamera. Pada umumnya di setiap pagelaran fashion khususnya di Indonesia, tipe lighting yang dipakai mulai dari lighting panggung sampai lighting spot untuk model yang berpose adalah tipe tungsten.Tipe lampu tungsten yang terekam di kamera digital akan membentuk imaji objek dengan nuansa kuning. Tanpa disadari nuansa kuning tersebut akan mengganggu dan mengubah nuansa warna baju yang dikenakan oleh model.
Oleh karena itu langkah yang paling aman adalah mengeset white balance (WB) kamera pada posisi tungsten. Setting WB pada posisi tungsten akan menghasilkan warna yang natural daripada menggunakan setting Auto White Balance (AWB).
- Pada Saat Pemotretan
Setelah perencanaan dengan matang. Sekarang kita harus mendapatkan hal yang benar pada saat pemotretan.
  1. Kenali model. Berbicara dengan mereka saat mereka berdandan atau beristirahat untuk mencoba menjalin hubungan.
  2. Berikan arahan. Jangan takut untuk memberikan arahan. Ini sesi pemotretan anda dan mempunyai sebuah cerita untuk ditampilkan. Anda harus mengkomunikasikannya kepada orang-orang di dalam gambar.
Dalam pemotretan fashion diatas catwalk, kita bisa menggunakan 2 teknik fokus, teknik fokus bergerak (follow focus) dan teknik fokus jebakan (trapping focus).
- Fokus Bergerak
Pemotretan objek yang bergerak menuntut fotografer untuk terus menerus mengubah pengaturan fokus pada kameranya.
Pada saat pemotretan fashion show, fotografer harus menunggu momen saat sang model berada pada pose yang baik dan disain pakaian yang dikenakannya terekam secara maksimal. Beberapa moment yang bagus dalam pemotretan fashion show adalah ketika model sedang berjalan menuju ujung catwalk. Dalam moment tersebut efek gerak dari desain baju bisa tertangkap kamera. Khususnya untuk desain baju yang berkonsep pada rancangan gaun panjang. Untuk sudut pemotretan ini lebih bagus pada sisi kanan dan kiri panggung. Karena dari sudut tersebut arah gerak kaki dan sibakan atau lambaian kain bisa terekam dengan baik.
Jadi kita tidak perlu kecewa kalau tidak mendapat tempat di depan panggung catwalk. Untuk moment tersebut paling mudah dilakukan dengan kamera berlensa AF (auto focus). Karena lensa AF mampu mengejar dan mengunci fokus dengan cepat pada obyek yang bergerak. Selama obyek yang bergerak tersebut mendapat pencahayaan yang cukup terang, sehingga mampu terdeteksi sensor kamera.
- Fokus Jebakan
Pada hal-hal tertentu, kita harus fokus dengan perkiraan karena berbagai hal, misalnya obyeknya akan lewat dalam waktu singkat, atau pada waktu yang tak terduga, atau pada keadaan yang tidak memungkinkan kita memotret dengan kondisi normal. Menyetel fokus dengan perkiraan tanpa membidik disebut dengan istilah preset focus.
Salah satu contoh pemotretan yang menggunakan teknik preset focus adalah pada pemotretan fashion di catwalkAda beberapa fotografer ketika memotret fashion cenderung mengambil momen pada saat model pose di atas catwalk atau sambil memain-mainkan ornamen atau asesoris yang ada pada baju yang dibawakan (misal: selendang, gaun yang panjang dll). Atau juga ketika berjalan menuju ke ujung catwalk (seperti pada kasus topik fokus bergerak). Pada teknik ini, fotografer yang memakai lensa manual terlebih dahulu menyetel fokus dengan memperkiraan fokus pada posisi sang peragawati akan melakukan gerakan-gerakan posenya.
http://favim.com/image/309801/ - 12 Des 2013 - 11.32pm

2. Cover Majalah

Membuat konsep layout sebelum pemotretan seperti letak logo, letak judul konten dan jenis font yang digunakan. Fokus kamera ada pada wajah model cover majalah.


3. FOOD PHOTOGRAPHY

- Teknik Pencahayaan
Baik dengan kamera profesional, kamera pocket atau kamera ponsel selalu temukan lebih dulu keseimbangan cahayanya. Memotret makanan biasanya dilakukan dalam ruangan atau studio. Karenanya lampu flash amat diperlukan, pastikan arah lampu flash bukan dari depan objek namun dari samping atau belakang. Teknik fotoografi ini mudah dilakukan terlebih lagi bila latarbelakangnya putih karena warna putih mampu menetralisir cahaya.
http://favim.com/image/928267/ - 12 Des 2013 - 11.35pm


2. Teknik Pengambilan Angle.
Kebanyakan orang salah kaprah saat memotret makanan dengan mengambil angle dari atas atau dari sudut 45 derajat. Padahal gambar terbaik akan dihasilkan jika kamu memotret serendah mungkin. Maksudnya ambil sudut terendah dari objek namun bukan dari bawah objek. 


3. Memotret sesegera mungkin.
Makanan yang baru saja selesai dimasak akan terlihat begitu segar, jadi segera ambil gambar saat komposisi warna makanan masih terlihat fresh di mata kamera. Gunakan minyak untuk membantu menciptakan efek mengkilat pada makanan dengan cara mengoleskannya.

4. Gunakan warna netral untuk latarbelakang objek.
Warna putih memang selalu menghasilkan efek pencahayaan yang netral. Selain itu warna putih juga bisa mengimbangi komposisi warna jika objek foto adalah makanan dengan bahan-bahan yang colourful. Efek mewah juga akan terpancar jika kamu menggunakan piring putih saat penyajiannya. 

http://favim.com/image/785497/ - 12 Des 2013 - 11.37pm

5. Fokuskan pada detail objek.
Misalnya kamu akan memotret sepiring steak, pastikan bekas tanda panggangan yang berselang-seling pada daging terlihat jelas dan berada pada posisi yang sempurna di atas piring. Atau jika kamu akan memotret sushi, maka pastikan setiap potongan ditempatkan secara menarik. Usahakan tidak terlalu membuat isi piring terlalu penuh yang justru akan mengurangi keindahannya.

http://favim.com/image/423320/ - 12 Des 2013 - 11.43pm

6. Crop in tightly
Usahakan untuk mengedit hasil foto dengan komposisi objek benar-benar mendominasi frameStep terakhir ini akan lebih mudah dilakukan jika saat memotret kamu sudah mengambil objek foto dengan fokus yang baik. Dengan demikian akan lebih mudah terlihat hal-hal detail pada objek foto. 

Teknik pemotretan:

1. Komposisi foto sama seperti Fashion Photography, menggunakan rule of third 
2. Lighting - multi lighting 
3. Warna dan bentuk harus diperhatikan 


4. Product Photography

Teknik pemotretan :
1. DOF yang sempit dengan bukaan kecil (f besar) menjadi kuncinya. Pada pemotretan dengan bukaan paling sempit (f22) / ISO 400, kamera membutuhkan 8 detik untuk mendapatkan cahaya yang cukup dengan pencahayan di dalam ruangan (semakin sempit diafragma, kamera membutuhkan semakin banyak waktu untuk menghasilkan gambar dengan pencahayaan yang tepat).

2. Penggabungan 2 layer foto 

3. Menggunakan mode self timer agar mengurangi guncangan pada saat penggambilan gambar 

4. Menggunakan teknik light painting. Dengan teknik ini, kita bisa mendapatkan foto layaknya diambil di studio walaupun dengan perlengkapan yang sangat sederhana. Yang kita butuhkan hanyalah lampu senter putih atau sebuah lampu flash.


Black and White Photography


http://www.colethompsonphotography.com/ - 13 Des 2013 - 00.02am

Teknik memotret:

1. Potretlah dalam mode warna
Kamera digital menghasilkan rentang tone yang lebih lebar dalam mode warna karena mode dalam sensor ini adalah RGB (red, green, blue) sehingga pengolahan foto warna menggunakan photo editor di komputer akan cenderung lebih baik kualitasnya.

2. Setting ISO serendah mungkin
Noise akan tampak lebih menonjol dalam foto hitam putih dibandingkan foto berwarna. Gunakan ISO serendah mungkin supaya pada saat foto diproses, noise dapat diminimalisir.

3. Mendung adalah saat terbaik
Mendung akan membuat kontras lebih rendah sehingga dapat menghasilkan foto yang kontrasnya lebih berimbang.

4. Eksploitasi tekstur, pola, dan garis
Tekstur, pola, dan garis akan lebih terlihat menonjol dan semakin menarik.

5. Slidelighting adalah cahaya terbaik
Ketika memotret di luar ruangan, sidelighting (pencahayaan samping) dapat menjadi andalan seingga jatuhnya bayangan akan menjadi menarik. Dapat dilakukan pada pagi dan sore hari.

Kelas E Kelompok 4 :
1. Have Chandra (915090203)
2. Yenie (915100072)
3. Ramer Tamara (915100073)
4. Chindy Mercy (915129201)
5. David (915090018)

Minggu, 08 Desember 2013

IKLAN DAN KEKERASAN SIMBOLIK
https://fbcdn-profile-a.akamaihd.net/hprofile-ak-prn1/c36.36.445.445/s160x160/931275_10151599011119484_1212184134_n.jpg
Pada tanggal 2 desember 2013 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara Kedatangan dosen tamu untuk mengisi kuliah Kapita Selekta. Beliau bernama ibu Endah Muwarni yang memberikan materi tentang “Iklan dan kekerasan Simbolik”

Iklan ada dimana-mana, seakan mengikuti kemana saja kita pergi sepanjang hari. Di rumah, jalanan, pasar, kantor, kampus, sekolah, stasiun, halte bus, bandara, taksi, lift maupun toilet kita selalu bertemu iklan.Iklan telah mengepung kita dari berbagai penjuru dan sepanjang waktu, sehingga memungkinkan untuk mampu menembus hampir semua celah kehidupan setiap orang. Pengiklan seolah tidak akan melewatkan sejengkal tempat dan waktu untuk beriklan.
Iklan tidak hanya sekedar bertujuan menawarkan dan mempengaruhi calon konsumen untuk membeli suatu produk. Akan tetapi lebih dari itu, iklan turut berpengaruh dalam membentuk sistem nilai, gaya hidup maupun selera budaya tertentu
Iklan tidak hanya memvisualisasikan kualitas dan atribut dari produk yang harus dijualnya, tetapi mencoba membuat bagaimana sifat atau ciri produk tersebut mempunyai artisesuatu bagi kita
http://1.bp.blogspot.com/-8WgLBQbKh5Q/UHmrb9JOA6I/AAAAAAAAAE4/LRPqyiV-6n0/s1600/kapsel1a.jpg

Dalam konteks inilah iklan mendefinisikan image tentang ‘arti tertentu yang diperoleh’ ketika orang menggunakan produk tersebut
Proses ini oleh Williamson (1978 : 20) disebut sebagai using product is currency, yaitu menggunakan produk yang diiklankan sebagai ‘uang’ untuk membeli produk kedua yang secara langsung tidak terbeli.

Pollay membagi fungsi komunikasi iklan menjadi dua

1.    Fungsi informasional, iklan memberitahukan kepada konsumen tentang karakteristik produk.
2.    Fungsi transformational, iklan berusaha untuk mengubah sikap-sikap yang dimiliki oleh konsumen terhadap merek, pola-pola belanja, gaya hidup, teknik-teknik mencapai sukses dan sebagainya.

Baudrillard : iklan adalah bentuk dari sign systemyang mengatur makna dari obyek atau komoditas. Iklan juga dipandang sebagai perangkat ideologis dari kapitalisme konsumen (consumer capitalism)
Barthes : iklan juga dilihat sebagai signs, yang mengatur makna yang ingin disampaikan oleh pembuat iklan. Makna ideologis yang dimiliki iklan dibuat senetral mungkin, proses signifikasi (pembuatan tanda/sign) yang kemudian disebut Barthes sebagai myth

Proses penanaman nilai melalui iklan dapat membentuk habitus tentang sistem nilai tersebut. Sehingga iklan tidak hanya menciptakan subjek yang dapat meregulasi diri terkait konsumsi produk namun juga subjek yang dapat meregulasi diri terkait klasifikasi dunia sosial, disini kemudian terjadilah kekerasan simbolik.

image-image yang diproduksi iklan adalah tindakan pedagogis yang dapat memaksakan secara halus nilai-nilai, standar-standar dan selera kebudayaan kepada masyarakat atau sekurang-kurangnya memantapkan preferensi kebudayaan mereka sebagai standar dari apa yang dianggap tertinggi, terbaik dan paling absah. Dominasi kelas terjadi tatkala pengetahuan, gaya hidup, selera, penilaian estetika dan tata cara sosial dari kelas yang dominan menjadi absah dan dominan secara sosial

Nama Kelompok 4
1. David 915090018
2. Have Chandra 915090203
3. Yenie 915100073
4. Ramer Tamara 915100073
5. Chindy Mercy 915129201

Minggu, 01 Desember 2013

Media Communication Today and Tomorrow
     
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhltRmQdSu6VAGxh1GcKClRee-JKEPJARuzcmY1g4q8ihzfxMj-NbVYkSDc94znopxcFLhkCemoLSdQ3Ow_89jPf3bjPJc2c-2N_3nlf-pagzMoaPoOsuo5GwHcRyLUFU0IK6dcSQJGodo/s200/kukuh.JPG

      Pada tanggal 11 November 2013 kuliah kapita selekta fakultas ilmu komunikasi universitas Tarumanagara kedatangan dosen tamu yang bernama Kukuh Sanyoto. Beliau memberikan materi yang berjudul  Media Communication Today and Tomorow.
http://webpages.scu.edu/ftp/MAdair/images/sixties/media.gif


    The Future of Communication
Komunikasi ialah hal yang esensial dalam kehidupan sehari-hari kita. Hampir seluruh hal yang kita lakukan merupakan bentuk komunikasi. kemajuan jaman yang semakin cepat ini telah membawa kita ke dalam suatu masa dimana gambar, suara, dan informasi dapat ditransmisikan ke tempat mana pun dibumi. Bahkan kemajuan ini secara tidak langsung telah mengubah perilaku manusia baik itu dalam berbicara maupun saat berhubungan dengan orang lain.
https://socialmediainbusiness.com/wp-content/uploads/2012/01/Fig-46-P3Slide18-communication.jpg


     Creative people look at exception and see it as the rule :
       They see X as Y
            Peluang itu akan bisa terjadi karena adanya perubahan dan adanya wawasan yang luas untuk mendapatkan sesuatu yang berbeda.

Deconstruction of communication
Hal ini terjadi karena perkembangan jaman yang semakin maju dan setiap orang memiliki kebebasan untuk memilih media sendiri. Kemajuan digital dan media sosial justru dapat mengakibatkan deconstruction of communication. Perkembangan media sosial dan digital membuat jarak antar manusia secara nyata menjadi lebar.

Nama Kelompok 4

David               (915090018)
Have Chandra  (915090203)
Yenie                (915100028)
Ramer Tamara   (915100073)
Chindy Mercy   ( 915129201)


          

Minggu, 24 November 2013

MEDIA MASSA PERLU IDEOLOGI
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqWlLOpM_2AQHC88RT7NTvx675rMvt69GfCiB8-8NSQgSUKWtXGhcCCOBaix74PXXxfsZHCIovxwh5VriSv1nk6LJsPzuriNTHGwGy1NlT6uDxzlayIXHkHvdD-ei-Y2hIrjRQZj1TaZ0/s240/Dr_+Zulhasril+Nasir.jpg

Pada hari senin tanggal 18 November 2013 , fikom Untar kedatangan Prof. Dr. Zulharsil Nasir, MSi yang merupakan Guru Besar di Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI). Kedatangan beliau dalam rangka memenuhi undangan Fikom Untar untuk memberikan materi pada kuliah umum yang bertema  Media Massa Perlu Ideologi.
Materi yang disampaikan, Zulharsil banyak mengulas tentang industri media yang terus berubah seiring perkembangan jaman. Beliau mengritisi tentang perkembangan liberalisasi media yang membuat fenomena-fenomena media seperti konglomerasi terjadi dalam media massa. Hal ini tentu akan mengorbankan kepentingan publik dan menjadikan masyarakat hanya sebagai komoditas kepentingan dan bisnis.
http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/07/buku-neoliberalisme1.jpg

KARAKTER ARUS INFORMASI GLOBAL

- Peningkatan arus komunikasi
- Arus tidak bersifat dua arah melainkan multi arah, tetap ada dominasi
- Pusat -> negara industri maju, terutama Amerika Serikat
- Pelaku -> non-stop actors, individu dan kelompok-kelompok masyarakat

MEDIA SETELAH LIBERALISASI

- Media sebagai kuda Troya, kapitalisme
- Iklan menjadi kendaraan pembujukan konsumen produk
- Industrialisasi media mengubah orientasi dari publik ke kapitalisme (komersialisasi media)
- Kuatnya pengaruh owner ke atas news room / redaksi
- Menurunnya objektivasi pemberitaan dan naiknya pelanggaran kode etik

KOMERSIALISASI MEDIA DAN KOMSUMTIVISME

- McChesney (1998: 4), iklan telah menjadi salah satu keuntungan terbesar media massa AS yang sekarang ini mayoritas sistem komunikasi dikuasai oleh hanya beberapa perusahaan niaga raksasa.
- Komersil media dan komunikasi berpengaruh besar dan mendorong terjadi proses depolitisasi masyarakat sipil AS.
- Di Indonesia semua kepemilikan asing, Media massa harus memberikan peringatan untuk Indonesia supaya memiliki identitas.

Zulhasril memang dikenal memiliki pemikiran yang “kiri”, hal ini tersirat dari karya buku beliau yang berjudul Tan Malaka dan Gerakan Kiri Minangkabau di Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

http://www.amartapura.com/uploadimg/f_t_t/tanmalakadangerakankiriminangkabau_11050.jp



   

Minggu, 17 November 2013

TOLERANSI MERUPAKAN WUJUD UNTUK DAPAT MEMAHAMI AKAN KESADARAN PLURALISME


Senin, 11 November 2013 pukul 10.20 WIB, Prof. DR. dr. H. Hadiman SH, Msc – Dosen Pasca Sarjana UI, PTIK memberikan materi kuliah tentang Toleransi Merupakan Wujud Pemahaman Kesadaran Pluralisme. Istilah pluralisme sudah menjadi wacana umum nasional kita, namun dalam masyarakat ada tanda-tanda bahwa orang memahami pluralisme hanya sepintas lalu, tanpa makna yang lebih mendalam, tidak berakar dalam ajaran kebenaran. Paham kemajemukan masyarakat atau pluralisme tidak hanya dengan sikap mengakui dan menerima kenyataan masyarakat yang majemuk, tetapi harus disertai dengan sikap yang tulus untuk menerima kenyataan itu sebagai hal yang bernilai positif dan rahmat Tuhan kepada manusia. Karena hal itu akan memperkaya pertumbuhan budaya melalui interaksi yang dinamis dan pertukaran silang budaya yang beraneka ragam. Prinsip pluralisme sama juga persoalannya dengan prinsip toleransi. Ada banyak indikasi bahwa masyarakat hanya memahaminya secara sepintas lalu, sehingga toleransi menjadi seperti tidak lebih pada persoalan tata cara pergaulan yang ‘enak’ antara berbagai kelompok yang berbeda-beda. Padahal toleransi adalah persoalan prinsip, tidak sekedar prosedur. Ada 4 bagian, yaitu:

1  .      Bhinekka Tunggal Ika yang artinya walaupun berbeda tapi kita tetap satu.
2   .      Musyawarah
3  .      Menghargai
4   .  Gagal/tidak berlakunya relasi dan komunikasi (sama-sama ingin menyelesaikan masalah, sama-sama menginginkan kebaikan dan sama-sama orang Indonesia)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0C-T9BQSGlRfK-jGvKPgiLmuhORnYf2TLAUKX0tJWTmu5EHvSaVhaTR8q81sM189r2ry2DCcYA6P0tji5UAaPv0FYwWXlEigtOtJTVwDv4-unoh4f5aPEixzRo-X18p52cUB14PAGs1A/s1600/agmz.jpg
                   


Pluralisme adalah suatu perangkat untuk mendorong pengayaan budaya bangsa, maka budaya Indonesia atau ke-Indonesiaan tidak lain adalah hasil interaksi yang kaya dan dinamis antara pelaku budaya yang beraneka ragam itu dalam suatu yang efektif seperti diperankan oleh kota-kota besar di Indonesia. Jadi pluralisme tidak dapat dipahami dengan mengatakan bahwa masyarakat kita majemuk, beraneka ragam, terdiri dari berbagai suku dan agama yang justru hanya menggambar fragmentasi bukan pluralisme. Sebagai fakultas dengan mahasiswa yang heterogen baik secara suku, agama, maupun ras, Fikom Untar memandang penting toleransi sebagai perwujudan dari pluralisme. Oleh karena itu, untuk menunjukkan komitmen tersebut siang ini tepatnya pada pukul 11 siang tadi Fikom Untar mendatangkan seorang dosen tamu. Dosen tamu yang akan mengisi kuliah umum yang bertempat di lantai 12 gedung utama Universitas Tarumanagara ini adalah Irjen Pol Prof. Dr. dr. H. Hadiman, SH, Msc. Tema yang dibawakan Beliau pada siang hari ini adalah “Toleransi Merupakan Wujud Pemahaman Kesadaran Pluralisme”. Kuliah umum ini bertujuan agar para mahasiswa Fikom Untar bisa mengenal lebih jauh mengenai apa itu pluralisme dan pentingnya toleransi dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk di kampus.

Setelah menyajikan persoalan bangsa yang sudah disebutkan tadi, Beliau kemudian membahas lebih dalam mengenai pentingnya hidup bertoleransi. Beliau juga menjabarkan 13 Toleransi Beragama yang dapat menjamin keberagaman bangsa ini. Dalam menjabarkan ketigabelas poin ini, Beliau memberikan kutipan-kutipan ayat dari kitab suci berbagai agama di Indonesia yang semakin mempertegas pentingnya toleransi beragama.Pada kuliah umum kali ini, Beliau tidak hanya menyodorkan persoalan bangsa yang sedang kita hadapi. Di akhir kuliah, Beliau menjabarkan pula apa yang harus kita lakukan dalam menghadapi serangkaian problem bangsa ini. Menurut Beliau, dalam menghadapi serangkaian problem bangsa ini termasuk di antaranya problem adanya konflik dalam pluralisme diperlukan pendidikan sejak usia dini tentang “National and Character Building”.

Ø  Harry Truman : “Politik, politik luhur adalah pelayanan public. Tak ada kehidupan atau pekerjaan tempat manusia menemukan peluang lebih
Ø  J. F. Kennedy : “Seseorang yang telah pada tataran nasional; Maka loyalitas pada kelompok harus sirna.”
Moral baik: mencintai orang lain dan melayani dengan ikhlas dan memberi dengan ikhlas Integritas baik: setiap ada kebenaran, mengajak orang berbuat baik dan melarang orang berbuat jahat

Dimana disini seorang pemimpin yang baik itu;
·         Tidak pernah berbohong
·         Membelah
·         Rela berkorban
·         Tidak sukar dihubungi
·         Menjadi contoh
·         Iman takwanya mantap
·         Tidak pernah mengambil se sen-pun haknya anak buah
·         Berani mengambil keputusan
·         Perilaku santun


Nah, untuk memupuk sikap toleran seperti ini, masyarakat Indonesia perlu untuk memperkukuh komitmennya terhadap pluralisme (agama). Meminjam konsepsi pluralisme Diana L. Eck—Pimpinan Pluralism Project, Harvard University—bahwa; Pertama, pluralisme adalah keterlibatan aktif (active angagement) di tengah keragaman dan perbedaan. Kedua, pluralisme lebih dari sekedar toleransi. Pluralisme merupakan upaya memahami yang lain melalui pemahaman yang konstruktif (constructive understanding). Ketiga, pluralisme bukanlah relativisme. Pluralisme adalah upaya menemukan komitmen bersama di antara pelbagai komitmen (encounter commitments).

Minggu, 10 November 2013

POLITIK DI INDONESIA

http://m.c.lnkd.licdn.com/mpr/pub/image-L4ursOkm2o2sVFhkJBJiUuZAhlL8jlTZL4ue8TpWhzLU19GPL4uen4SmhwQN1SoRibKq/tri-agung-kristanto.jpg

         Pada tanggal 4 November 2013, kelas kapita selekta fikom untar kedatangan dosen tamu yang bernama Tri Agung Kristanto. Beliau menyampaikan materi tentang politik di Indonesia menjelang pemilu 2014. 
http://images.solopos.com/2013/06/pemilu-2014.jpg

       Sejak setahun menjelang pemilu partai politik dan tokoh politik mulai melirik ke daerah. Hal itu dilakukan karena 10 tahun terakhir, setiap setahun setelah setahun menjelang pemilu seluruh pilkada yang seharusnya digelar pada tahun pemilu yang diselenggarakan pemilu legislatif dan pemilu presiden yang diajukan pada tahun sebelumnya. Seperti pada pemilu 2014, kepala daerah yang masa jabatannya habis pada tahun 2014 terpaksa harus mengikuti pilkada  pada tahun sebelumnya yakni tahun 2013.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikjoVnqJNoxIgm_Aa_KjoG3KJd765t7KlrmSSVnVprKKwD0mUAV31vb9WKJj_aC1rpGQnAUrXM7aOHfWi31jvosrOe_0qsf7pqsCvYQVu3vWaTenmUMmtwX66qEbESXVqOl8XsqdTU-kS3/s1600/visi+misi.png

        Kondisi ini misalnya terjadi pada provinsi Jawa timur dan Lampung. Soekarwo dan saifullah yusuf sebenarnya mengakhiri masa jabatan pada febuari 2014. Namun karena tidak mungkin melakukan pilkada pada tahun 2014, Keduanya harus bertarung pada agustus lalu.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/3/34/Sjachroedin_Z.P.JPG/200px-Sjachroedin_Z.P.JPG

         Kondisi yang sama juga dialami oleh Sjahrudin Z Pagar Alam dan Joko umar said, Gubernur Lampung dan wakil gubernur Lampung. Sjahrudin sampai saat ini tidak mau menyediakan anggaran untuk pilkada 2013, karena menilai masa jabatan baru berakhir juni 2014. Yang artinya tiga bulan sebelum juni 2014 pun masih bisa diadakan pilkada dan tak perlu dipaksakan pada tahun ini. Namun Kementrian dalam negeri dan komisi pemilihan lampung meminta pilkada lampung diadakan pada tahun 2013.

 Nama Kelompok 4
David  (915090018)     
Have Chandra (915090203)
Yenie (915100028)
Ramer Tamara (915100073)
Chindy Mercy    (915129201)

     

Sabtu, 02 November 2013

Kode Etik Jurnalistik

cimg0579
        Senin, tanggal 28 Oktober 2013, Agus Sudibyo memberikan kuliah mengenai kode etik jurnalistik. Sebelum membahas hal tersebut lebih lanjut, kemerdekaan pers di Indonesia menjadi penting  sebagai sarana masyarakat untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi, guna memenuhi kebutuhan hakiki dan meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik untuk memperoleh informasi yang benar, wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhApY6EV2Vii1EEL13Oailx0ZQhA1y87vP-z90Hypi4-qIhrnpYVyvlYV13NLIfKRu_VsYr8ksA5ng8_G8e1j6FVTiL3UfEBET1rniohMtUy9YZrmmbheYfBSKJjQy5RVoz4cLEHn0U-CI/s1600/kode+etik+jurnalistik.jpg

          Maka wartawan Indonesia membentuk kode etik jurnalistik yang terdiri 11 pasal, antara lain :
·        Pasal 1       : Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.
Independen di sini mempunyai arti yakni  memberitakan peristiwa sesuai dengan pandangan wartawan tanpa campur tangan, paksaan, dan intervensi dari pihak lain termasuk pemilik perusahaan pers. Sedangkan “akurat” berarti sesuai dengan keadaan objektif ketika peristiwa terjadi. Terakhir, kata “berimbang” ini memiliki arti semua pihak mendapat kesempatan setara.
·        Pasal 2       : Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik.
Contoh cara-cara wartawan yang profesional yakni, menunjukkan identitas diri kepada narasumber, menghormati hak privasi, tidak menyuap, dan lain-lain.
·        Pasal 3       : Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.
Wartawan melakukan check and recheck tentang kebenaran informasi yang didapat, dan memberikan ruang atau waktu pemberitaan kepada masing-masing pihak secara proporsional, serta tidak memasukan opini pribadi wartawan yang menghakimi salah satu pihak.
·        Pasal 4       : Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.
Agar menghindari itu semua, sebelum dipublikasikan kepada khalayak, wartawan mencantumkan waktu pengambilan gambar dan suara ketika ditayangkannya gambar serta suara dari arsip,.
·        Pasal 5       : Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.
Hal ini menjadi perlu diperhatikan karena pembongkaran identitas korban dapat memudahkan orang lain untuk melacak. Sedangkan batas usia anak yang tidak boleh diekspos kurang dari 16 tahun dan belum menikah.
·        Pasal 6       :Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap.
Maksud dari menyalahgunakan profesi yaitu segala tindakan yang mengambil keuntungan pribadi atas informasi yang diperoleh saat bertugas sebelum informasi tersebut menjadi pengetahuan umum.
·        Pasal 7       : Wartawan Indonesia memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan off the record sesuai dengan kesepakatan.
Hak tolak merupakan hak untuk tidak mengungkapkan identitas dan keberadaan narasumber demi keamanan narasumber dan keluarganya. Sedangkan embargo adalah penundaan pemuatan atau penyiaran berita sesuai dengan permintaan narasumber, dan informasi latar belakang yakni segala informasi atau data dari narasumber yang disiarkan atau diberitakan tanpa menyebutkan narasumbernya. Serta Off the record adalah segala informasi atau data dari narasumber yang tidak boleh disiarkan atau diberitakan.
·        Pasal 8       : Wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani.
·        Pasal 9       : Wartawan Indonesia menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik.
·        Pasal 10     : Wartawan Indonesia segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan atau pemirsa.
·        Pasal 11     : Wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.
Hak jawab merupakan hak seseorang atau sekelompok orang untuk memberikan tanggapan atau sanggahan terhadap pemberitaan berupa fakta yang merugikan nama baiknya. Sedangkan hak koreksi adalah hak setiap orang untuk membetulkan kekeliruan informasi yang diberitakan oleh pers, baik tentang dirinya maupun tentang orang lain. Proporsional itu sendiri berarti setara dengan bagian berita yang perlu diperbaiki.

Kelas E Kelompok 4
1.    David  (915090018)
2.    Have Chandra (915090203)
3.    Yenie ( 915010028)
4.    Ramer Tamara (915100073)
5.    Chindy  Mercy    (915129201)