Minggu, 24 November 2013

MEDIA MASSA PERLU IDEOLOGI
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqWlLOpM_2AQHC88RT7NTvx675rMvt69GfCiB8-8NSQgSUKWtXGhcCCOBaix74PXXxfsZHCIovxwh5VriSv1nk6LJsPzuriNTHGwGy1NlT6uDxzlayIXHkHvdD-ei-Y2hIrjRQZj1TaZ0/s240/Dr_+Zulhasril+Nasir.jpg

Pada hari senin tanggal 18 November 2013 , fikom Untar kedatangan Prof. Dr. Zulharsil Nasir, MSi yang merupakan Guru Besar di Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI). Kedatangan beliau dalam rangka memenuhi undangan Fikom Untar untuk memberikan materi pada kuliah umum yang bertema  Media Massa Perlu Ideologi.
Materi yang disampaikan, Zulharsil banyak mengulas tentang industri media yang terus berubah seiring perkembangan jaman. Beliau mengritisi tentang perkembangan liberalisasi media yang membuat fenomena-fenomena media seperti konglomerasi terjadi dalam media massa. Hal ini tentu akan mengorbankan kepentingan publik dan menjadikan masyarakat hanya sebagai komoditas kepentingan dan bisnis.
http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/07/buku-neoliberalisme1.jpg

KARAKTER ARUS INFORMASI GLOBAL

- Peningkatan arus komunikasi
- Arus tidak bersifat dua arah melainkan multi arah, tetap ada dominasi
- Pusat -> negara industri maju, terutama Amerika Serikat
- Pelaku -> non-stop actors, individu dan kelompok-kelompok masyarakat

MEDIA SETELAH LIBERALISASI

- Media sebagai kuda Troya, kapitalisme
- Iklan menjadi kendaraan pembujukan konsumen produk
- Industrialisasi media mengubah orientasi dari publik ke kapitalisme (komersialisasi media)
- Kuatnya pengaruh owner ke atas news room / redaksi
- Menurunnya objektivasi pemberitaan dan naiknya pelanggaran kode etik

KOMERSIALISASI MEDIA DAN KOMSUMTIVISME

- McChesney (1998: 4), iklan telah menjadi salah satu keuntungan terbesar media massa AS yang sekarang ini mayoritas sistem komunikasi dikuasai oleh hanya beberapa perusahaan niaga raksasa.
- Komersil media dan komunikasi berpengaruh besar dan mendorong terjadi proses depolitisasi masyarakat sipil AS.
- Di Indonesia semua kepemilikan asing, Media massa harus memberikan peringatan untuk Indonesia supaya memiliki identitas.

Zulhasril memang dikenal memiliki pemikiran yang “kiri”, hal ini tersirat dari karya buku beliau yang berjudul Tan Malaka dan Gerakan Kiri Minangkabau di Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

http://www.amartapura.com/uploadimg/f_t_t/tanmalakadangerakankiriminangkabau_11050.jp



   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar