Kamis, 12 Desember 2013

Didiet Anindita : Fotografi dan Berbagai Teknik di Dalamnya

Pada hari Senin, 9 Desember 2013, mata kuliah Kapita Selekta kelas E kedatangan dosen tamu bernama Didiet Anindita. Beliau menjelaskan beberapa teknik singkat tentang bagaimana cara melakukan kegiatan fotografi yang baik dan benar :

1. Fashion Photography

Dunia fashion tentunya menjadi dunia yang tekenal akan kemewahannya dan ke-eksklusifan-nya. Bukan hanya itu, fotografer pun harus memperhatikan detail pakaian dan akseseoris yang digunakan serta model yang sedang bergaya.

http://favim.com/image/804796/ - 12 Des 2013 - 11.25pm


Riset dan Perencanaan
Sebelum melakukan pemotretan, fotografer seharusnya melakukan sedikit penelitian seperti berbagai hasil fotografi fashion yang terkenal, agar fotografer dapat ide untuk mengambil angle yang tepat untuk foto. Setelah itu, fotografer harus membuat rencana seputar acara foto fashion tersebut. Tak lupa untuk memperhatikan konsep fotografi yang akan dilakukan. Jika persiapan dilakukan secara baik, maka fotografer akan dapat mengambil gambar dengan baik.
- Perhatikan Pencahayaan
Cahaya adalah nyawa dari kegiatan fotografi. Tanpa pencahayaan yang baik, fotografer tidak akan bisa mendapatkan hasil foto yang baik pula. Sehingga setiap kegiatan pemotretan dilakukan, fotografer harus memastikan bahwa ia bisa mendapatkan pencahayaan yang tepat.
Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan dalam pemotretan fashion di atas catwalk adalah masalah pengaturan white balance (WB) kamera. Pada umumnya di setiap pagelaran fashion khususnya di Indonesia, tipe lighting yang dipakai mulai dari lighting panggung sampai lighting spot untuk model yang berpose adalah tipe tungsten.Tipe lampu tungsten yang terekam di kamera digital akan membentuk imaji objek dengan nuansa kuning. Tanpa disadari nuansa kuning tersebut akan mengganggu dan mengubah nuansa warna baju yang dikenakan oleh model.
Oleh karena itu langkah yang paling aman adalah mengeset white balance (WB) kamera pada posisi tungsten. Setting WB pada posisi tungsten akan menghasilkan warna yang natural daripada menggunakan setting Auto White Balance (AWB).
- Pada Saat Pemotretan
Setelah perencanaan dengan matang. Sekarang kita harus mendapatkan hal yang benar pada saat pemotretan.
  1. Kenali model. Berbicara dengan mereka saat mereka berdandan atau beristirahat untuk mencoba menjalin hubungan.
  2. Berikan arahan. Jangan takut untuk memberikan arahan. Ini sesi pemotretan anda dan mempunyai sebuah cerita untuk ditampilkan. Anda harus mengkomunikasikannya kepada orang-orang di dalam gambar.
Dalam pemotretan fashion diatas catwalk, kita bisa menggunakan 2 teknik fokus, teknik fokus bergerak (follow focus) dan teknik fokus jebakan (trapping focus).
- Fokus Bergerak
Pemotretan objek yang bergerak menuntut fotografer untuk terus menerus mengubah pengaturan fokus pada kameranya.
Pada saat pemotretan fashion show, fotografer harus menunggu momen saat sang model berada pada pose yang baik dan disain pakaian yang dikenakannya terekam secara maksimal. Beberapa moment yang bagus dalam pemotretan fashion show adalah ketika model sedang berjalan menuju ujung catwalk. Dalam moment tersebut efek gerak dari desain baju bisa tertangkap kamera. Khususnya untuk desain baju yang berkonsep pada rancangan gaun panjang. Untuk sudut pemotretan ini lebih bagus pada sisi kanan dan kiri panggung. Karena dari sudut tersebut arah gerak kaki dan sibakan atau lambaian kain bisa terekam dengan baik.
Jadi kita tidak perlu kecewa kalau tidak mendapat tempat di depan panggung catwalk. Untuk moment tersebut paling mudah dilakukan dengan kamera berlensa AF (auto focus). Karena lensa AF mampu mengejar dan mengunci fokus dengan cepat pada obyek yang bergerak. Selama obyek yang bergerak tersebut mendapat pencahayaan yang cukup terang, sehingga mampu terdeteksi sensor kamera.
- Fokus Jebakan
Pada hal-hal tertentu, kita harus fokus dengan perkiraan karena berbagai hal, misalnya obyeknya akan lewat dalam waktu singkat, atau pada waktu yang tak terduga, atau pada keadaan yang tidak memungkinkan kita memotret dengan kondisi normal. Menyetel fokus dengan perkiraan tanpa membidik disebut dengan istilah preset focus.
Salah satu contoh pemotretan yang menggunakan teknik preset focus adalah pada pemotretan fashion di catwalkAda beberapa fotografer ketika memotret fashion cenderung mengambil momen pada saat model pose di atas catwalk atau sambil memain-mainkan ornamen atau asesoris yang ada pada baju yang dibawakan (misal: selendang, gaun yang panjang dll). Atau juga ketika berjalan menuju ke ujung catwalk (seperti pada kasus topik fokus bergerak). Pada teknik ini, fotografer yang memakai lensa manual terlebih dahulu menyetel fokus dengan memperkiraan fokus pada posisi sang peragawati akan melakukan gerakan-gerakan posenya.
http://favim.com/image/309801/ - 12 Des 2013 - 11.32pm

2. Cover Majalah

Membuat konsep layout sebelum pemotretan seperti letak logo, letak judul konten dan jenis font yang digunakan. Fokus kamera ada pada wajah model cover majalah.


3. FOOD PHOTOGRAPHY

- Teknik Pencahayaan
Baik dengan kamera profesional, kamera pocket atau kamera ponsel selalu temukan lebih dulu keseimbangan cahayanya. Memotret makanan biasanya dilakukan dalam ruangan atau studio. Karenanya lampu flash amat diperlukan, pastikan arah lampu flash bukan dari depan objek namun dari samping atau belakang. Teknik fotoografi ini mudah dilakukan terlebih lagi bila latarbelakangnya putih karena warna putih mampu menetralisir cahaya.
http://favim.com/image/928267/ - 12 Des 2013 - 11.35pm


2. Teknik Pengambilan Angle.
Kebanyakan orang salah kaprah saat memotret makanan dengan mengambil angle dari atas atau dari sudut 45 derajat. Padahal gambar terbaik akan dihasilkan jika kamu memotret serendah mungkin. Maksudnya ambil sudut terendah dari objek namun bukan dari bawah objek. 


3. Memotret sesegera mungkin.
Makanan yang baru saja selesai dimasak akan terlihat begitu segar, jadi segera ambil gambar saat komposisi warna makanan masih terlihat fresh di mata kamera. Gunakan minyak untuk membantu menciptakan efek mengkilat pada makanan dengan cara mengoleskannya.

4. Gunakan warna netral untuk latarbelakang objek.
Warna putih memang selalu menghasilkan efek pencahayaan yang netral. Selain itu warna putih juga bisa mengimbangi komposisi warna jika objek foto adalah makanan dengan bahan-bahan yang colourful. Efek mewah juga akan terpancar jika kamu menggunakan piring putih saat penyajiannya. 

http://favim.com/image/785497/ - 12 Des 2013 - 11.37pm

5. Fokuskan pada detail objek.
Misalnya kamu akan memotret sepiring steak, pastikan bekas tanda panggangan yang berselang-seling pada daging terlihat jelas dan berada pada posisi yang sempurna di atas piring. Atau jika kamu akan memotret sushi, maka pastikan setiap potongan ditempatkan secara menarik. Usahakan tidak terlalu membuat isi piring terlalu penuh yang justru akan mengurangi keindahannya.

http://favim.com/image/423320/ - 12 Des 2013 - 11.43pm

6. Crop in tightly
Usahakan untuk mengedit hasil foto dengan komposisi objek benar-benar mendominasi frameStep terakhir ini akan lebih mudah dilakukan jika saat memotret kamu sudah mengambil objek foto dengan fokus yang baik. Dengan demikian akan lebih mudah terlihat hal-hal detail pada objek foto. 

Teknik pemotretan:

1. Komposisi foto sama seperti Fashion Photography, menggunakan rule of third 
2. Lighting - multi lighting 
3. Warna dan bentuk harus diperhatikan 


4. Product Photography

Teknik pemotretan :
1. DOF yang sempit dengan bukaan kecil (f besar) menjadi kuncinya. Pada pemotretan dengan bukaan paling sempit (f22) / ISO 400, kamera membutuhkan 8 detik untuk mendapatkan cahaya yang cukup dengan pencahayan di dalam ruangan (semakin sempit diafragma, kamera membutuhkan semakin banyak waktu untuk menghasilkan gambar dengan pencahayaan yang tepat).

2. Penggabungan 2 layer foto 

3. Menggunakan mode self timer agar mengurangi guncangan pada saat penggambilan gambar 

4. Menggunakan teknik light painting. Dengan teknik ini, kita bisa mendapatkan foto layaknya diambil di studio walaupun dengan perlengkapan yang sangat sederhana. Yang kita butuhkan hanyalah lampu senter putih atau sebuah lampu flash.


Black and White Photography


http://www.colethompsonphotography.com/ - 13 Des 2013 - 00.02am

Teknik memotret:

1. Potretlah dalam mode warna
Kamera digital menghasilkan rentang tone yang lebih lebar dalam mode warna karena mode dalam sensor ini adalah RGB (red, green, blue) sehingga pengolahan foto warna menggunakan photo editor di komputer akan cenderung lebih baik kualitasnya.

2. Setting ISO serendah mungkin
Noise akan tampak lebih menonjol dalam foto hitam putih dibandingkan foto berwarna. Gunakan ISO serendah mungkin supaya pada saat foto diproses, noise dapat diminimalisir.

3. Mendung adalah saat terbaik
Mendung akan membuat kontras lebih rendah sehingga dapat menghasilkan foto yang kontrasnya lebih berimbang.

4. Eksploitasi tekstur, pola, dan garis
Tekstur, pola, dan garis akan lebih terlihat menonjol dan semakin menarik.

5. Slidelighting adalah cahaya terbaik
Ketika memotret di luar ruangan, sidelighting (pencahayaan samping) dapat menjadi andalan seingga jatuhnya bayangan akan menjadi menarik. Dapat dilakukan pada pagi dan sore hari.

Kelas E Kelompok 4 :
1. Have Chandra (915090203)
2. Yenie (915100072)
3. Ramer Tamara (915100073)
4. Chindy Mercy (915129201)
5. David (915090018)

Minggu, 08 Desember 2013

IKLAN DAN KEKERASAN SIMBOLIK
https://fbcdn-profile-a.akamaihd.net/hprofile-ak-prn1/c36.36.445.445/s160x160/931275_10151599011119484_1212184134_n.jpg
Pada tanggal 2 desember 2013 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara Kedatangan dosen tamu untuk mengisi kuliah Kapita Selekta. Beliau bernama ibu Endah Muwarni yang memberikan materi tentang “Iklan dan kekerasan Simbolik”

Iklan ada dimana-mana, seakan mengikuti kemana saja kita pergi sepanjang hari. Di rumah, jalanan, pasar, kantor, kampus, sekolah, stasiun, halte bus, bandara, taksi, lift maupun toilet kita selalu bertemu iklan.Iklan telah mengepung kita dari berbagai penjuru dan sepanjang waktu, sehingga memungkinkan untuk mampu menembus hampir semua celah kehidupan setiap orang. Pengiklan seolah tidak akan melewatkan sejengkal tempat dan waktu untuk beriklan.
Iklan tidak hanya sekedar bertujuan menawarkan dan mempengaruhi calon konsumen untuk membeli suatu produk. Akan tetapi lebih dari itu, iklan turut berpengaruh dalam membentuk sistem nilai, gaya hidup maupun selera budaya tertentu
Iklan tidak hanya memvisualisasikan kualitas dan atribut dari produk yang harus dijualnya, tetapi mencoba membuat bagaimana sifat atau ciri produk tersebut mempunyai artisesuatu bagi kita
http://1.bp.blogspot.com/-8WgLBQbKh5Q/UHmrb9JOA6I/AAAAAAAAAE4/LRPqyiV-6n0/s1600/kapsel1a.jpg

Dalam konteks inilah iklan mendefinisikan image tentang ‘arti tertentu yang diperoleh’ ketika orang menggunakan produk tersebut
Proses ini oleh Williamson (1978 : 20) disebut sebagai using product is currency, yaitu menggunakan produk yang diiklankan sebagai ‘uang’ untuk membeli produk kedua yang secara langsung tidak terbeli.

Pollay membagi fungsi komunikasi iklan menjadi dua

1.    Fungsi informasional, iklan memberitahukan kepada konsumen tentang karakteristik produk.
2.    Fungsi transformational, iklan berusaha untuk mengubah sikap-sikap yang dimiliki oleh konsumen terhadap merek, pola-pola belanja, gaya hidup, teknik-teknik mencapai sukses dan sebagainya.

Baudrillard : iklan adalah bentuk dari sign systemyang mengatur makna dari obyek atau komoditas. Iklan juga dipandang sebagai perangkat ideologis dari kapitalisme konsumen (consumer capitalism)
Barthes : iklan juga dilihat sebagai signs, yang mengatur makna yang ingin disampaikan oleh pembuat iklan. Makna ideologis yang dimiliki iklan dibuat senetral mungkin, proses signifikasi (pembuatan tanda/sign) yang kemudian disebut Barthes sebagai myth

Proses penanaman nilai melalui iklan dapat membentuk habitus tentang sistem nilai tersebut. Sehingga iklan tidak hanya menciptakan subjek yang dapat meregulasi diri terkait konsumsi produk namun juga subjek yang dapat meregulasi diri terkait klasifikasi dunia sosial, disini kemudian terjadilah kekerasan simbolik.

image-image yang diproduksi iklan adalah tindakan pedagogis yang dapat memaksakan secara halus nilai-nilai, standar-standar dan selera kebudayaan kepada masyarakat atau sekurang-kurangnya memantapkan preferensi kebudayaan mereka sebagai standar dari apa yang dianggap tertinggi, terbaik dan paling absah. Dominasi kelas terjadi tatkala pengetahuan, gaya hidup, selera, penilaian estetika dan tata cara sosial dari kelas yang dominan menjadi absah dan dominan secara sosial

Nama Kelompok 4
1. David 915090018
2. Have Chandra 915090203
3. Yenie 915100073
4. Ramer Tamara 915100073
5. Chindy Mercy 915129201

Minggu, 01 Desember 2013

Media Communication Today and Tomorrow
     
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhltRmQdSu6VAGxh1GcKClRee-JKEPJARuzcmY1g4q8ihzfxMj-NbVYkSDc94znopxcFLhkCemoLSdQ3Ow_89jPf3bjPJc2c-2N_3nlf-pagzMoaPoOsuo5GwHcRyLUFU0IK6dcSQJGodo/s200/kukuh.JPG

      Pada tanggal 11 November 2013 kuliah kapita selekta fakultas ilmu komunikasi universitas Tarumanagara kedatangan dosen tamu yang bernama Kukuh Sanyoto. Beliau memberikan materi yang berjudul  Media Communication Today and Tomorow.
http://webpages.scu.edu/ftp/MAdair/images/sixties/media.gif


    The Future of Communication
Komunikasi ialah hal yang esensial dalam kehidupan sehari-hari kita. Hampir seluruh hal yang kita lakukan merupakan bentuk komunikasi. kemajuan jaman yang semakin cepat ini telah membawa kita ke dalam suatu masa dimana gambar, suara, dan informasi dapat ditransmisikan ke tempat mana pun dibumi. Bahkan kemajuan ini secara tidak langsung telah mengubah perilaku manusia baik itu dalam berbicara maupun saat berhubungan dengan orang lain.
https://socialmediainbusiness.com/wp-content/uploads/2012/01/Fig-46-P3Slide18-communication.jpg


     Creative people look at exception and see it as the rule :
       They see X as Y
            Peluang itu akan bisa terjadi karena adanya perubahan dan adanya wawasan yang luas untuk mendapatkan sesuatu yang berbeda.

Deconstruction of communication
Hal ini terjadi karena perkembangan jaman yang semakin maju dan setiap orang memiliki kebebasan untuk memilih media sendiri. Kemajuan digital dan media sosial justru dapat mengakibatkan deconstruction of communication. Perkembangan media sosial dan digital membuat jarak antar manusia secara nyata menjadi lebar.

Nama Kelompok 4

David               (915090018)
Have Chandra  (915090203)
Yenie                (915100028)
Ramer Tamara   (915100073)
Chindy Mercy   ( 915129201)