![]() |
| fikomuntar(dot)blogspot(dot)com |
Senin, 9 September 2013 pukul 10.20 WIB, Dr. Eko Harry Susanto
memberikan kuliah Kapita Selekta mengenai ekonomi politik media yang berfokus
pada pengaruh media terhadap masyarakat. Bapak Eko bercerita banyak hal
mengenai pengaruh media yang diawali oleh cerita mengenai Departemen
Kehakiman AS yang bersikeras bahwa
penyitaan rekaman
telpon wartawan Associated Press
( AP ) yang
dilakukan dalam
penyelidikan kebocoran data intelijen hanyalah untuk melindungi warga AS. Kejadian tersebut menjadi polemik tersendiri bagi
kebebasan pers
dan kebebasan memperoleh informasi. Dalam masalah tersebut, pemerintah memberikan pernyataan bahwa
mereka mendahulukan keamanan
nasional
( Kompas,
16 Mei 2013 : 9
).
![]() |
| utalkmarketing(dot)com |
Jika diperhatikan, media massa mempunyai pengaruh kuat
kepada audience dalam hal tertentu
dan dalam relasi paternalistik. Namun, media massa tidak memiliki pengaruh
berarti terhadap kelompok terdidik karena mereka selektif dalam
menerima berbagai pengaruh yang disiarkan melalui media massa. Salah satunya
adalah kesesuaian antara informasi yang didapatkan dengan kepentingan bisnis
dan politik yang ia miliki.
![]() |
| asianews(dot)it |
Ada
pemuka pendapat yaitu Wright ( 1986 ) berpendapat bahwa opinion leaders adalah individu-individu yang memiliki kredibilitas
tinggi sehingga dapat mempengaruhi orang-orang lain di sekitarnya perihal
pengambilan keputusan dan pembentukan pendapat. Dalam metode komunikasi Two Step Flow, pemimpin memperoleh
informasi dari media dan menyebarkan kepada khalayak sehingga khalayak akan
mempercayai informasi tersebut dan bertindak sesuai dengan pendapat pemimpin. Dalam
hal ini terbukti bahwa media massa dan pinion leader berpean besar dalam
menyebarkan informasi yang sarat akan informasi baik mengenai ekonomi, politik,
sosial, budaya dan lain-lain.
![]() |
| kaskus(dot)co(dot)id |
Media massa lain seperti koran dan majalah, memiliki banyak
pengaruh bagi budaya masyarakat. Berita yang kita baca di media cetak akan
menciptakan persepsi kita akan suatu hal. Misalnya artikel pada Majalah Tempo 13Mei 2013 mengenai Wiji Thukul sangat
menggambarkan betapa besar pengaruh media massa. Berikut kutipannya :
“Pagi itu
kemarahannya disiarkan oleh televisi. Tapi aku tidur. Istriku yang menonton.
Istriku kaget. sebab seorang letnan
jendral menyeret – nyeret namaku. Dengan tergopoh – gopoh selimutku ditarik –
tariknya, Dengan mata masih lengket aku bertanya: menagapa? Hanya beberapa
patah kata ke luar dari mulutnya: “Namamu di televisi.....” Kalimat itu terus
dia ulang seperti otomatis. Aku tidur lagi dan ketika bangun wajah jenderal itu
sudah lenyap dari televis. Karena acara sudah diganti. Aku lalu mandi. Aku hanya ganti baju.
Celananya tidak. Aku memang lebih sering
ganti baju ketimbang celana. Setelah menjemur handuk aku ke dapur. Seperti
biasa mertuaku yang setahun lalu
ditinggal mati suaminya itu, telah meletakkan
gelas berisi teh manis. Seperti biasanya ia meletakkan di sudut meja kayu panjang itu, dalam posisi yang gampang diambil. Istriku sudah
mandi pula. Ketika berpapasan denganku kembali kalimat itu meluncur. Namamu di televisi....”ternyata istriku jauh
lebih cepat mengendus bagiamana kekejaman kemanusiaan itu daripada aku.”
Sudah terlihat jelas bahwa media memiliki pengaruh yang
sangat kuat terhadap masyarakat. Beberapa tokoh masyarakat tertentu tentunya tidak
terhindar dari sorotan media sehingga kisah yang disorot media massa akan menyebar
pada masyarakat.
Teori Penggunaan Media dan Gratifikasi dari Lichtenstein dan Rosenfeld
menjelaskan adanya keputusan yang
dibuat mengunakan saluran-saluran komunikasi massa yang merupakan
suatu proses dari dua
bagian, yaitu
motivasi dari
apa yang dapat dipuaskan setiap medium dan berdasarkan informasi yang kita miliki bersama tersebut,
masing-masing dari kita membuat pilihan perseorangan.
Kelas E kelompok 4 :
Have Chandra ( 915090203 )
David ( 915090018 )
Ramer Tamara ( 915100028 )
Yenie ( 915100072 )
Chindy Mercy ( 915129201 )





Tidak ada komentar:
Posting Komentar